PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LISNA WIRANTI
NIM: A1C118001
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020Prosedur pengerjaan dapat dilihat pada :
lisnaslbn28.blogspot.com
VII. Data Pengamatan
Rekristalisasi
No
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Dipanaskan 50 ml air suling dalam gelas kimia
|
Air mendidih dan ada gelembung
|
2
|
Dimasukkan asam benzoat + glukosa + arang
|
Terbentuk asam benzoat tercemar
|
Sampel di larutkan dalam air panas
|
Larutan terbentuk warna hitam
| |
Sampel disaring dengan kertas saring
|
Didapatkan Kristal yang berubah jadi putih
| |
Kristal yang dihasilkan
|
Kristal banyak
| |
3
|
Diukur titik lelehnya dengan MPA
|
Titik leleh dari kristal yang di dapat 100, 3 derajat celcius.
|
No
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
1-2 gr naftalen + pasir ditutup oleh kertas saring yang telah dibolongi kecil lalu ditutup diatas dengan corong yang telah disumbat dengan kapas lalu dipanaskan
|
Naftalen yang tercemar ketika di panaskan menguap pada kertas saring tanda naftalen menyublim dan terbentuk kristal pada corong
|
2
|
Kristal yang terbentuk di masukkan dalam pipa kapiler dan diuji titik lelehnya
|
Titik leleh awalnya 82 dan titik leleh akhirnya 85 derajat celcius.
|
VIII. Pembahasan
Apabila ingin melakukan pemurnian zat padat maka penting untuk mengetahui sifat dan kepolaran senyawa baik yang yang akan di murnikan ataupun pelarutnya serta dilakukannya sesuai prosedur yang tepat sehingga memudahkan proses pemurnian zat dengan hasil yang akurat (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/).
1. Reristalisasi
Pada percobaan rekristalisasi ini digunakan asam benzoat yang dicemari dengan penambahan glukosa dan arang. Ketika asam benzoat yang tercemar dilarutkan dengan air panas terbentuk larutan kental berwarna hitam. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memurnikan asam benzoat yang tercemar tadi terpisah dari zat pengotornya ( glukosa dan arang). Setelah dilarutkan dengan air panas selanjutnya sampel disaring dengan kertas saring dan didapatkan kristalnya setelah itu di lakukan pengujian titik lelehnya. Namun titik leleh dari asam benzoat yang di dapat adalah 100, 3 derajat celcius. Ternyata titik leleh ini tidak sesuai dengan titik leleh murni asam benzoat. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan dalam praktikum saat dilakukan penyaringan pada kertas saring.
2. Sublimasi
Pada percobaan sublimasi ini digunakan naftalen yang ditambahkan dengan pasir, dianggaplah bahwa naftalen telah tercemar oleh pasir. Naftalen yang tercemar dalam casan penguap ini kemudian ditutup dengan kertas saring dan juga corong lalu di panaskan. Ketika pemanasan berlangsung uap naftalen membasahi kertas saring menandakan telah terjadinya penyubliman pada naftalen yang dipanaskan. Pada corong pun terbentuk kristal bening mengilap yang kemudian dimasukan ke dalam pipa kapiler untuk di uji titik lelehnya dengan MPA. Lalu di dapatlah titik leleh awal naftalen 82 derajat celcius dan titik leleh akhirnya 85 derajat celcius. Dari titik leleh yang di dapat ternyata titik leleh naftalen terlalu besar nilainya padahal titik leleh naftalen murni adalah 80 derajat celcius ini menandakan bahwa masih ada zat pengotor yang terikut dan kristal naftalen belum murni seutuhnya.
Link vidio praktikum : https://youtu.be/ECzyeEXqG1Y
IX. Permasalahan
1. Mengapa saat percobaan kertas saring harus di beri lobang (dilubangi) ?
2. Apa guna penyumbatan corong dengan kapas pada percobaan ?
3. Mengapa setelah didapat kristal harus di uji titik lelehnya ?
Pada percobaan rekristalisasi ini digunakan asam benzoat yang dicemari dengan penambahan glukosa dan arang. Ketika asam benzoat yang tercemar dilarutkan dengan air panas terbentuk larutan kental berwarna hitam. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memurnikan asam benzoat yang tercemar tadi terpisah dari zat pengotornya ( glukosa dan arang). Setelah dilarutkan dengan air panas selanjutnya sampel disaring dengan kertas saring dan didapatkan kristalnya setelah itu di lakukan pengujian titik lelehnya. Namun titik leleh dari asam benzoat yang di dapat adalah 100, 3 derajat celcius. Ternyata titik leleh ini tidak sesuai dengan titik leleh murni asam benzoat. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan dalam praktikum saat dilakukan penyaringan pada kertas saring.
2. Sublimasi
Pada percobaan sublimasi ini digunakan naftalen yang ditambahkan dengan pasir, dianggaplah bahwa naftalen telah tercemar oleh pasir. Naftalen yang tercemar dalam casan penguap ini kemudian ditutup dengan kertas saring dan juga corong lalu di panaskan. Ketika pemanasan berlangsung uap naftalen membasahi kertas saring menandakan telah terjadinya penyubliman pada naftalen yang dipanaskan. Pada corong pun terbentuk kristal bening mengilap yang kemudian dimasukan ke dalam pipa kapiler untuk di uji titik lelehnya dengan MPA. Lalu di dapatlah titik leleh awal naftalen 82 derajat celcius dan titik leleh akhirnya 85 derajat celcius. Dari titik leleh yang di dapat ternyata titik leleh naftalen terlalu besar nilainya padahal titik leleh naftalen murni adalah 80 derajat celcius ini menandakan bahwa masih ada zat pengotor yang terikut dan kristal naftalen belum murni seutuhnya.
Link vidio praktikum : https://youtu.be/ECzyeEXqG1Y
IX. Permasalahan
1. Mengapa saat percobaan kertas saring harus di beri lobang (dilubangi) ?
2. Apa guna penyumbatan corong dengan kapas pada percobaan ?
3. Mengapa setelah didapat kristal harus di uji titik lelehnya ?
X. Manfaat
Dengan dilakukannya percobaan ini dapat membantu memahami cara dan proses rekristalisasi dan sublimasi pada suatu larutan dalam memisahkan ataupun memurnikan suatu larutan.
Dengan dilakukannya percobaan ini dapat membantu memahami cara dan proses rekristalisasi dan sublimasi pada suatu larutan dalam memisahkan ataupun memurnikan suatu larutan.
XI. Kesimpulan
1. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian suatu zat padat. Rekristalisasi yang baik adalah jika dapat dihasilkan zat murni dan zat pengotornya tidak terikut.
2. Pelarut pada proses rekristalisasi harus sesuai dengan zat sampelnya, jika sampelnya organik maka pelarutnya pun harus organik.
3. Menghilangkan warna larutan sampel supaya jernih bisa di lakukan dengan penambahan nurut.
4. Pemisahan dan pemurnian campuran zat sampel dengan cara rekristalisasi dilakukan dengan melarutkannya pada pelarut yang sesuai lalu disaring selagi panas agar terpisah antara endapan dan larutan.
1. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian suatu zat padat. Rekristalisasi yang baik adalah jika dapat dihasilkan zat murni dan zat pengotornya tidak terikut.
2. Pelarut pada proses rekristalisasi harus sesuai dengan zat sampelnya, jika sampelnya organik maka pelarutnya pun harus organik.
3. Menghilangkan warna larutan sampel supaya jernih bisa di lakukan dengan penambahan nurut.
4. Pemisahan dan pemurnian campuran zat sampel dengan cara rekristalisasi dilakukan dengan melarutkannya pada pelarut yang sesuai lalu disaring selagi panas agar terpisah antara endapan dan larutan.
XII. Daftar Pustaka
- Agustina, Rositawati,dkk. 2013. Rekristalisasi garam rakyat dari daerah demak untuk mencapai ANI garam industri. Jurnal teknologi kimia dan industri. Vol 2. No 4.
- Arsyat, M.Natsir. 2001. Kamus kimia arti dan penjelasan istilah. Jakarta : Gramedia.
- http:// syamsurizal.staff.unja.ac.id
- Tim penuntun kimia organik I. 2020. Penuntun kimia organik I. Jambi : Universitas jambi.
- Yazid. 2010. Kimia fisika untuk para medis. Yogyakarta : UNY press.






Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
BalasHapusNama saya Valen Dwi Putri,
Nim : A1C118050. Saya akan mencoba menjawab soal nomer 2. Apa guna penyumbatan corong dengan kapas pada percobaan?. Fungsi disumbatnya cawan dengan kapas adalah agar uap dari naftalen tidak keluar dari corong dan kristal-kristal yang terbentuk dapat berkumpul disekeliling dinding pada corong.
Saya Paulina Erika Manurung akan mencoba membantu menjawab no 1
BalasHapusSaya Paulina Erika Manurung dengan Nim A1c118062 akan mencoba membantu menjawab no 1 Agar uap nya ke atas sehingga menjadi kristal dan juga sebagai pembatas pasir dan yang di hasilkan dan juga sebagai penyumbat
BalasHapusassalamualaikum wr, wb.
BalasHapushallo lisna, saya dwi kartini nim 058, akan mencoba menjawab pertanyaan lisna nomer 3, pengujian titik leleh pada kristal bertujuan untuk mengetahui kemurniannya. terimakasih