PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
NAMA : LISNA WIRANTI
NIM: A1C118001
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Untuk prosedur kerja dapat dilihat pada jurnal percobaan 4 di link ini : lisnaslbn28.blogspot.com
VII. DATA PENGAMATAN
1. Brom dan Karbon tetraklorida
NO
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
1 ml alkana + 15 ml Brom dikocok dan diletakkan ditempat gelap dan ditutup
|
Warna larutan kuning lebih jernih
|
1 ml alkana + 15 ml Brom dikocok dan diletakkan ditempat terang dan ditutup
|
Warna larutan kuning gelap
| |
1 ml dietil eter + 15 ml Brom digoncang dan ditiup
|
Terdapat L1 eter dan L2 Brom dan menimbulkan asap
| |
1 ml dietil eter + 15 tetes benzena digoncang dan ditiup
|
Terdapat asap dan larutan menjadi keruh
| |
2
|
1 ml minyak jelantah+ 3 ml H2SO4 digoncang
3 ml benzena + 1 ml H2SO4 |
Warna minyak yang kuning keruh menjadi hitam
Terbentuk 2 lapisan atas yang bening dan Lapisan bawah keruh. |
3
|
3 ml kloroform + 1 ml minyak jelantah digoncang
3 ml air + 1 ml minyak jelantah digoncang |
Warna larutan kuning keruh
Terbentuk L2 kuning keruh dan L1 bening diantaranya ada gelembung. |
2. Brom
NO
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
2 |
Tabung I 1 ml benzena + 3 tetes Brom
|
Larutan menjadi kuning dibagian atas dan di bawahnya bening.
|
Larutan dipanaskan
|
Semua larutan menguap dan tak bersisa
| |
Tabung 2 benzena + paku + 3 tetes brom
|
terlihat warna kuning agak pudar pada larutan
| |
Larutan dianaskan
|
Larutan masih tersisa
|
3. Larutan Kalium Permanganat
NO
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
2 3 4 5 |
Tabung Reaksi I di masukan 1 ml KMnO4 + 5 tetes n metana kemudian di goncangkan
Tabung reaksi II dimasukkan 1 ml KMnO4 + 5 tetes n heksana Tabung reaksi III dimasukkan 1 ml KMnO4 + 5 tetes n heptana |
Dalam larutan ada warna kecoklatan
Larutan menjadi warna ungu tampak kemerahan Larutan menjadi warna ungu pekat |
Tabung Reaksi IV dimasukkan 1 ml KMnO4 + 5 tetes benzena
Tabung reaksi V dimasukan 1 ml KMnO4 + 5 tetes eter |
Warna larutan tetap tapi terbentuk 2 lapisan
Larutan menjadi warna ungu kemerahan |
4. Asam Sulfat Pekat
NO
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
2 |
2 ml asam sulfat pekat + 10 tetes eter lalu di guncang.
2 ml H2SO4 + 10 tetes n heptana lalu di kocok |
larutan menjadi warna jingga dan terasa panas saat dikocok
Larutan tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan atas yang bening dan lapisan bawah agak keruh |
5. Asam Nitrat
NO
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
2 3 4 |
4 ml asam nitrat + eter
|
Warnanya larutan bening
|
Ditabahkan batu didih kedalam tabung reaksi lalu dipanaskan
|
Warna larutan berubah menjadi kuning pekat (orange) dan mendidih sampai keluar tabung
| |
Dituangkan kedalam gelas kimia berisi batu es
|
Larutan berubah menjadi warna putih keruh
| |
Diamati bau yang timbul
|
Bau larutan seperti bau bayclin (pemutih baju)
|
6. Bahan Tak dikenal
NO
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
3 ml aquades + 1 ml benzena lalu dikocok
|
Terdapat 2 fasa yang berwarna jernih bagian atas dan bawah
|
2
|
3 ml H2SO4 + 1 ml benzena
|
Terdapat 2 fasa, dibawah bening dan bagian atas keruh
|
3
|
2 ml benzena + 2 ml kloroform
|
Larutan menjadi satu fasa dimana larutannya jernih dan terdapat sedikit
|
VIII. PEMBAHASAN
Senyawa hidrokarbon yang direaksikan dengan unsur lain akan dapat berubah sifatnya meski demikian itu tetap merupakan senyawa turunan hidrokarbon. Contohnya adalah alkil halida yang terbentuk dari reaksi antara senyawa hidrokarbon dan unsur halogen (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id)
Pada praktikum ini dilakukan 6 percobaan berdasarkan cara kerja untuk mengidentifikasi reaksi- reaksi senyawa hidrokarbon yang terjadi.
1. Brom dan tetraklorida
Pada percobaan ini dilakukan 4 percobaan, yang pertama 1 ml alkana di reaksikan dengan 15 ml Brom ditutup hanya saja dibuat 2 perbandingan kondisi yaitu diletakkan pada tempat gelap dan terang. Sampel yang diletakan di tempat terang berubah menjadi warna kuning lebih jernih sementara yang ditempat gelap menjadi kuning lebih gelap. Percobaan kedua 1 ml dietil eter di reaksikan dengan 15 ml Brom dan ditabung yang lain dengan 1 ml alkana di reaksikan dengan 15 tetes benzena ternyata memberikan reaksi yang berbeda dimana pada 15 ml Brom dihasilkan 2 lapisan yaitu L1 eter dan L2 Brom juga menimbulkan asap. Sementara pada 15 tetes benzena larutan hanya berubah menjadi putih keruh meski sama-sama menimbulkan asap. Pada percobaan ke 3 dimana 1 ml minyak jelantah yang ditambahkan dengan 3 ml H2SO4 mengalami perubahan dimana warna kuning minyak jelantah menjadi warna gelap sementara pada penambahan 3 ml benzena ke dalam 1 ml H2SO4 terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan atas bening dan bawah keruh. Pada percobaan ke 4 3 ml kloroform yang direaksikan dengan 1 ml minyak jelantah menghasilkan warna kuning yang keruh sementara Pada penambahan 3 ml air dalam 1 ml minyak jelantah terbentuk L2 kuning keruh dan L1 jernih dan diantara keduanya terdapat gelembung.
2. Brom
Pada percobaan ini dilakukan 2 perbandingan dalam 2 tabung reaksi berbeda. Pada tabung I 1 ml benzena yang direaksikan dengan 3 tetes Brom ternyata semua larutan menguap dan tak tersisa larutan pada tabung saat di panaskan. Sementara pada tabung II benzena yang diberi 3 tetes brom dimasukan sebuah paku, sehingga pada larutan terlihat warna kuning pudar dan ketika dilakukan pemanasan dalam tabung reaksi masih tersisa larutan sampel.
3. Larutan kalium permanganat
Pada percobaan ini dilakukan 5 perbandingan sampel yang sama-sama di reaksikan dengan KMnO4. Pada tabung I ditambahkan dengan 5 tetes n metana menghasilkan warna larutan yang ada warna kecoklatannya. Pada tabung II ditambahkan 5 tetes n heksana menghasilkan larutan warna ungu tampak kemerahan. Pada tabung III ditambahkan 5 tetes n heptana menghasilkan warna ungu pekat. Pada tabung IV ditambahkan 5 tetes benzena dan pada larutan terbentuk 2 lapisan sementara pada tabung V yang ditambahakan 5 tetes eter di hasilkan larutan bewarna ungu kemerahan.
4. Asam Sulfat Pekat
Pada percobaan ini 2 ml asam sulfat yang direaksikan dengan 10 tetes eter menghasilkan larutan yang berwarna jingga dan mengahsilkan panas ketika diguncang. Sementara ketika 2 ml asam sulfat ditambahkan dengan 10 tetes n heptana lalu diguncang dihasilkan 2 lapisan pada larutan sampel dimana atasnya bening dan bawah nya keruh.
5. Asam Nitrat
Pada percobaan ini bahan utama yang digunakan sebagai sampel adalah campuran eter dan asan nitrat. Ketika 4 ml asam nitrat ditambahkan eter larutan masih berwarna bening. Tapi setelah diberi batu didih dan di panaskan larutan mendidih sampai atas dan berwarna kuning pekat (orange) sampai-sampai asap yang ditimbulkan pun berwarna kuning pekat. Penambahan batu didih dengan maksud untuk mempercepat proses pendidihan. Setelah Mendidih larutan diangkat dan di masukkan kedalam gelas kimia berisi es batu dan setelah larutan dituang larutan berubah menjadi putih keruh dan menghasilkan bau tak enak seperti bau bayclin ( pemutih baju).
6. Bahan Tak Dikenal
Pada percobaan dilakukan 3 perbandingan. Pertama 1 ml benzena direaksikan 3 ml aquades terbentuk 2 fase yang berwarna jernih. Kedua 1 ml benzena direaksikan dengan 3 ml H2SO4 terbentuk 2 fasa dimana bagian atas bening dan bawah keruh. Ketiga 2 ml benzena ditambahkan dengan 2 ml kloroform terbentulah larutan satu fasa yang jernih.
Dari percobaan yang telah di lakukan ditemukan 3 permasalahan :
1. Apa pengaruh kondisi ada atau tidaknya cahaya pada percobaan brom dan tetraklorida ?
2. Mengapa pada percobaan kalium permanganat hasil yang didapat ketika KMnO4 di reaksikan dengan n metana dan n heptana berbeda padahal keduanya sama-sama golongan alkana ?
3. Pada percobaan brom hal apa yang menyebabkan larutan sampel dapat menguap seluruhnya ?
Vidio percobaan : https://youtu.be/t0lEwta-a-g
Dari percobaan yang dilakukan bahwa percobaan ini membantu membuktikan serta mengidentifikasi adanya senyawa hidrokarbon melalui reaksi-reaksi yang ditimbulkan.
XI. KESIMPULAN
1. Senyawa Hidrokarbon aifatik (alkana,alkena dan alkuna) dan aromatik memiliki sifat-sifat yang berbeda bergantung pada ikatan rangkap atau kejenuhannya serta reaksinya.
2. Uji Brom akan berhasil jika dalam suasana terang
3. Pengujian senyawa hidrokarbon dilakukan sesuai cara dan teknik analisis.
XII. DAFTAR PUSTAKA
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id.
Luktianingsih, Endang, dkk. 2001. Analisis
kandungan senyawa hidrokarbon polisiklik dalam daging olahan. Majalah Farmasi Indonesia. Vol 12. No 3.
Resapi. 1986. Pengantar Kimia Organik Jilid I. Jakarta: Aksara Baru.
Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.
Tim kimia organik I. 2020. Penuntun kimia organik I. Jambi : universitas jambi.
XIII. LAMPIRAN
pencampuran larutan eter dengan asam nitrat
Pemanasan campuran larutan
Larutan yang dipanaskan beri warna menjadi kuning
Larutan menjadi orange sampai atas tabung
Ketika dimasukkan ke dalam es larutan menjadi putih keruh






Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
BalasHapusNama saya Valen Dwi Putri,
Nim : A1C118050. Saya akan mencoba menjawab soal nomer 1. Apa pengaruh kondisi ada atau tidaknya cahaya pada percobaan brom dan tetraklorida ? Pengaruh tempat gelap dan terang adalah karena pada tempat terang, larutan terkena sinar matahari yang mana cahaya berperan sebagai katalis yaitu mempercepat jalannya reaksi.
Selamat malam lisna perkenalkan saya Dara kumalasari dengan NIM : A1C118038 akan mencoba menjawab permasalahan no. 3 karena bezena dan brom sendiri memiliki sifat mudah menguap, benzena juga sangat mudah sekali terbakar
BalasHapusTerimakasih semoga membantu
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusselamat malam, saya Diana Sari (A1C118096) akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. walaupun sama-sam golongan lakana, panjang rantai antara metana dan heptana berbeda. serta banyanya unsur yang terkandung didalam metana dan heptana berbeda. sehingga mempengaruhi warna yang dihasilkan pada saat direaksikan dengan KMnO4. semoga membantu..
BalasHapus