Selasa, 10 Maret 2020

LAPORAN PERCOBAAN 4 REAKSI REAKSI HIDROKARBON



PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I


                       
                   


NAMA : LISNA WIRANTI
NIM: A1C118001


DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
                                       2020



Untuk prosedur kerja dapat dilihat pada jurnal percobaan 4 di link ini : lisnaslbn28.blogspot.com

VII. DATA PENGAMATAN

1. Brom dan Karbon tetraklorida
NO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1
1 ml alkana + 15 ml Brom dikocok dan diletakkan ditempat gelap dan ditutup
Warna larutan kuning lebih jernih
1 ml alkana + 15 ml Brom dikocok dan diletakkan ditempat terang dan ditutup
Warna larutan kuning gelap 

1 ml dietil eter + 15 ml Brom digoncang dan ditiup  
Terdapat L1 eter dan L2 Brom dan menimbulkan asap
1 ml dietil eter + 15 tetes benzena digoncang dan ditiup
Terdapat asap dan larutan menjadi keruh
2
1 ml minyak jelantah+ 3 ml H2SO4 digoncang

3 ml benzena + 1 ml H2SO4
Warna minyak yang kuning keruh menjadi hitam

Terbentuk 2 lapisan atas yang bening dan Lapisan bawah keruh.
3
3 ml kloroform + 1 ml minyak jelantah digoncang

3 ml air + 1 ml minyak jelantah digoncang
Warna larutan kuning keruh


Terbentuk L2 kuning keruh  dan L1 bening diantaranya ada gelembung.
              
2. Brom
NO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1


2
Tabung I 1 ml benzena + 3 tetes Brom 
Larutan menjadi kuning dibagian atas dan di bawahnya bening.
Larutan dipanaskan
Semua larutan menguap dan tak bersisa
Tabung 2 benzena + paku  + 3 tetes brom
terlihat warna kuning agak pudar pada larutan
 Larutan dianaskan
Larutan masih tersisa 

3. Larutan Kalium Permanganat
NO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1



2


3

4


5
Tabung Reaksi I di masukan 1 ml KMnO4 + 5 tetes n metana kemudian di goncangkan

Tabung reaksi II dimasukkan 1 ml KMnO4 + 5 tetes n heksana


Tabung reaksi III dimasukkan 1 ml KMnO4 + 5 tetes n heptana 
Dalam larutan ada warna kecoklatan



Larutan menjadi warna ungu tampak kemerahan

Larutan menjadi warna ungu pekat
Tabung Reaksi IV dimasukkan 1 ml KMnO4 + 5 tetes benzena



Tabung reaksi V dimasukan 1 ml KMnO4 + 5 tetes eter
Warna larutan tetap tapi terbentuk 2 lapisan

Larutan menjadi warna ungu kemerahan

4. Asam Sulfat Pekat
NO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1


2
2 ml asam sulfat pekat + 10 tetes eter lalu di guncang.

2 ml H2SO4 + 10 tetes n heptana lalu di kocok
larutan menjadi warna jingga dan terasa panas saat dikocok

Larutan tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan atas yang bening dan lapisan bawah agak keruh

5. Asam Nitrat
NO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1
2

3

4
 4 ml asam nitrat + eter
Warnanya larutan bening
Ditabahkan batu didih kedalam tabung reaksi lalu dipanaskan
Warna larutan berubah menjadi kuning pekat (orange) dan mendidih sampai keluar tabung
Dituangkan kedalam gelas kimia berisi batu es 
Larutan berubah menjadi warna putih keruh
Diamati bau yang timbul
Bau larutan seperti bau bayclin (pemutih baju)

6. Bahan Tak dikenal
NO
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1
3 ml aquades + 1 ml benzena lalu dikocok
Terdapat 2 fasa yang berwarna jernih bagian atas dan bawah 
2
3 ml H2SO4 + 1 ml benzena
Terdapat 2 fasa, dibawah bening dan bagian atas keruh
3
2 ml benzena + 2 ml kloroform
Larutan menjadi satu fasa dimana larutannya jernih dan terdapat sedikit 

VIII. PEMBAHASAN

         Senyawa hidrokarbon yang direaksikan dengan unsur lain akan dapat berubah sifatnya meski demikian itu tetap merupakan senyawa turunan hidrokarbon. Contohnya adalah alkil halida yang terbentuk dari reaksi antara senyawa hidrokarbon dan unsur halogen (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id)
            Pada praktikum ini dilakukan 6 percobaan berdasarkan cara kerja untuk mengidentifikasi reaksi- reaksi senyawa hidrokarbon yang terjadi.
1. Brom dan tetraklorida
    Pada percobaan ini dilakukan 4 percobaan, yang pertama 1 ml alkana di reaksikan dengan 15 ml Brom ditutup hanya saja dibuat 2 perbandingan kondisi yaitu diletakkan pada tempat gelap dan terang. Sampel yang diletakan di tempat terang berubah menjadi warna kuning lebih jernih sementara yang ditempat gelap menjadi kuning lebih gelap. Percobaan kedua 1 ml dietil eter di reaksikan dengan 15 ml Brom dan ditabung yang lain dengan 1 ml alkana di reaksikan dengan 15 tetes benzena ternyata memberikan reaksi yang berbeda dimana pada 15 ml Brom dihasilkan 2 lapisan yaitu L1 eter dan L2 Brom juga menimbulkan asap. Sementara pada 15 tetes benzena larutan hanya berubah menjadi putih keruh meski sama-sama menimbulkan asap. Pada percobaan ke 3 dimana 1 ml minyak jelantah yang ditambahkan dengan 3 ml H2SO4 mengalami perubahan dimana warna kuning minyak jelantah menjadi warna gelap sementara pada penambahan 3 ml benzena ke dalam 1 ml H2SO4 terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan atas bening dan bawah keruh. Pada percobaan ke 4  3 ml kloroform yang direaksikan dengan 1 ml minyak jelantah menghasilkan warna kuning yang keruh sementara  Pada penambahan 3 ml air dalam 1 ml minyak jelantah terbentuk L2 kuning keruh dan L1 jernih dan diantara keduanya terdapat gelembung.

2. Brom

    Pada percobaan ini dilakukan 2 perbandingan dalam 2 tabung reaksi berbeda. Pada tabung I  1 ml benzena yang direaksikan dengan 3 tetes Brom ternyata semua larutan menguap dan tak tersisa larutan pada tabung saat di panaskan. Sementara pada tabung II benzena yang diberi 3 tetes brom dimasukan sebuah paku, sehingga pada larutan terlihat warna kuning pudar dan ketika dilakukan pemanasan dalam tabung reaksi masih tersisa larutan sampel.

3. Larutan kalium permanganat

    Pada percobaan ini dilakukan 5 perbandingan sampel yang sama-sama di reaksikan dengan KMnO4. Pada tabung I ditambahkan dengan 5 tetes n metana menghasilkan warna larutan yang ada warna kecoklatannya. Pada tabung II ditambahkan 5 tetes n heksana menghasilkan larutan warna ungu tampak kemerahan. Pada tabung III ditambahkan 5 tetes n heptana menghasilkan warna ungu pekat. Pada tabung IV ditambahkan 5 tetes benzena dan pada larutan terbentuk 2 lapisan sementara pada tabung V yang ditambahakan 5 tetes eter di hasilkan larutan bewarna ungu kemerahan.

4. Asam Sulfat Pekat
    Pada percobaan ini 2 ml asam sulfat yang direaksikan dengan 10 tetes eter menghasilkan larutan yang berwarna jingga dan mengahsilkan panas ketika diguncang. Sementara ketika 2 ml asam sulfat ditambahkan dengan 10 tetes n heptana lalu diguncang dihasilkan 2 lapisan pada larutan sampel dimana atasnya bening dan bawah nya keruh.

5. Asam Nitrat
    Pada percobaan ini bahan utama yang digunakan sebagai sampel adalah campuran eter dan asan nitrat. Ketika 4 ml asam nitrat ditambahkan eter larutan masih berwarna bening. Tapi setelah diberi batu didih dan di panaskan larutan mendidih sampai atas dan berwarna kuning pekat (orange) sampai-sampai asap yang ditimbulkan pun berwarna kuning pekat. Penambahan batu didih dengan maksud untuk mempercepat proses pendidihan.  Setelah Mendidih larutan diangkat dan di masukkan kedalam gelas kimia berisi es batu dan setelah larutan dituang larutan berubah menjadi putih keruh dan menghasilkan bau tak enak seperti bau bayclin ( pemutih baju).

6. Bahan Tak Dikenal
    Pada percobaan dilakukan 3 perbandingan. Pertama 1 ml benzena direaksikan 3 ml aquades terbentuk 2 fase yang berwarna jernih. Kedua 1 ml benzena direaksikan dengan 3 ml H2SO4 terbentuk 2 fasa dimana bagian atas bening dan bawah keruh. Ketiga 2 ml benzena ditambahkan dengan 2 ml kloroform terbentulah larutan satu fasa yang jernih.

IX. PERMASALAHAN
Dari percobaan yang telah di lakukan ditemukan 3 permasalahan :
1. Apa pengaruh kondisi ada atau tidaknya cahaya pada percobaan brom dan tetraklorida ?
2. Mengapa pada percobaan kalium permanganat hasil yang didapat ketika KMnO4 di reaksikan dengan n metana dan n heptana berbeda padahal keduanya sama-sama golongan alkana ?
3. Pada percobaan brom hal apa yang menyebabkan larutan sampel dapat menguap seluruhnya ?

X. MANFAAT
 Dari percobaan yang dilakukan bahwa percobaan ini membantu membuktikan serta mengidentifikasi adanya senyawa hidrokarbon melalui reaksi-reaksi yang ditimbulkan.

XI. KESIMPULAN

1. Senyawa Hidrokarbon aifatik (alkana,alkena dan alkuna) dan aromatik memiliki sifat-sifat yang berbeda bergantung pada ikatan rangkap atau kejenuhannya serta reaksinya.
2. Uji Brom akan berhasil jika dalam suasana terang
3. Pengujian senyawa hidrokarbon dilakukan sesuai cara dan teknik analisis.

XII. DAFTAR PUSTAKA

http://syamsurizal.staff.unja.ac.id.
Luktianingsih, Endang, dkk. 2001. Analisis
kandungan senyawa hidrokarbon polisiklik dalam daging olahan. Majalah Farmasi Indonesia. Vol 12. No 3.
Resapi. 1986. Pengantar Kimia Organik Jilid I. Jakarta: Aksara Baru.
Riswiyanto.  2009. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.
Tim kimia organik I. 2020. Penuntun kimia organik I. Jambi : universitas jambi.

XIII. LAMPIRAN

pencampuran larutan eter dengan asam nitrat

Pemanasan campuran larutan

Larutan yang dipanaskan beri warna menjadi kuning

Larutan menjadi orange sampai atas tabung

Ketika dimasukkan ke dalam es larutan menjadi putih keruh





4 komentar:

  1. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
    Nama saya Valen Dwi Putri,
    Nim : A1C118050. Saya akan mencoba menjawab soal nomer 1. Apa pengaruh kondisi ada atau tidaknya cahaya pada percobaan brom dan tetraklorida ? Pengaruh tempat gelap dan terang adalah karena pada tempat terang, larutan terkena sinar matahari yang mana cahaya berperan sebagai katalis yaitu mempercepat jalannya reaksi.

    BalasHapus
  2. Selamat malam lisna perkenalkan saya Dara kumalasari dengan NIM : A1C118038 akan mencoba menjawab permasalahan no. 3 karena bezena dan brom sendiri memiliki sifat mudah menguap, benzena juga sangat mudah sekali terbakar
    Terimakasih semoga membantu

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. selamat malam, saya Diana Sari (A1C118096) akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. walaupun sama-sam golongan lakana, panjang rantai antara metana dan heptana berbeda. serta banyanya unsur yang terkandung didalam metana dan heptana berbeda. sehingga mempengaruhi warna yang dihasilkan pada saat direaksikan dengan KMnO4. semoga membantu..

    BalasHapus

e-komik kimia

e-komik kimia kontekstual ikatan kimia   https://heyzine.com/flip-book/a3ca9a2122.html